Jakarta - Meski tetap menjadi nomor satu, Partai Demokrat, berdasarkan riset Lembaga Survei Indonesia, mengalami penurunan suara. Sedangkan PDI Perjuangan mengalami kenaikan dengan berada di nomor dua di atas Partai Golkar.
Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyambut baik hasil survei tersebut. Dia menilai wajar penurunan suara Demokrat di satu sisi dan kenaikan PDIP di sisi lain.
"Pasti kalau Demokrat turun suaranya akan lari ke oposisi. Nah, yang identik dengan oposisi kan PDI Perjuangan," kata Maruarar sambil tersenyum.
Hal ini disampaikan Maruarar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2011).
Riset LSI menunjukkan jika pemilu diadakan saat pengambilan sampel, maka Demokrat berada di urutan pertama 18,9 persen suara, PDIP 16,7 persen suara dan Golkar 12,5 persen suara. Survei menunjukkan pemilih PDIP dan Golkar relatif lebih loyal ketimbang Demokrat.
Ara, demikian Maruarar disapa, mengatakan, hasil survei tersebut bisa jadi merupakan buah konsistensi partainya selama ini dalam menentang kebijakan-kebijkan pemerintah yang tidak prorakyat.
"Penolakan impor beras, penolakan gedung DPR mungkin berbuah kepada ini. Tugas ini berat tapi kita akan jaga sampai 2014," ujar anak politikus senior Sabam Sirait ini.
Mengenai survei yang menunjukkan PDIP lebih mampu menarik pemilih baru, Ara meyakini pemilih baru itu adalah anak muda yang merupakan pemilih pemula. Anak muda yang identik dengan properubahan dan antikemapanan cocok dengan jiwa oposisi PDIP.
"Namun dari semua itu kami masih mempunyai kekurangan yang harus diperbaiki," kata Ara.
http://www.detiknews..com/read/2011/0...e-pdip?9911032
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa komentar.a yya ^^