Kisruh siapa bakal calon Ketua dan Wakil ketua umum PSSI membuat Saleh Ismail Mukadar angkat bicara. Menurutnya, Komite Normalisasi salah besar bila tak meloloskan George Toisutta dan Arifin Panigoro. Figur tersebut merupakan orang yang paling pantas memimpin PSSI yang sudah carut marut ini, bahkan Arifin telah membuktikan bisa menyelenggarakan kompetisi yang bersih tanpa ada intervensi.
“Siapa yang pantas saat ini kalau tidak kedua orang tersebut? Dan sebaiknya KN membuka mata dan telinganya lebar-lebar apa yang menjadi keinginan dan aspirasi 87 pemilik suara yang lebih condong ke keduanya. Dan KN harus bisa mengerti itu, kalau bisa juga mendukung kedua orang tersebut,” ujarnya di sela-sela melihat pertandingan antara Solo FC melawan Persebaya 1927.
Saleh juga menanyakan keseriusan KN, dalam hal ini Agum Gumelar dalam menindak lanjuti persoalan di PSSI. Menurutnya Agum tak ubahnya kepanjangan tangan dari Nurdin Halid yang tak menginginkan adanya perubahan di sepak bola Nasional.
“Saya lebih setuju kalau PSSI itu dibekukan sementara oleh FIFA, namun ada hasil yang bisa dipetik dari pembekuan tersebut. Daripada kita masih berkompetisi namun arah dan tujuan dari kompetisi tersebut tidak jelas, atau kompetisi ini seperti yang sudah-sudah. Dimana banyak intervensi dn menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan,” cetusnya dengan nada tinggi.
Menurutnya juga, jangan sampai timbul perebutan kekuasaan antara KN dalam hal ini Agum Gumelar sebagai kepanjangan tangan Nurdin yang merupakan era PSSI lama, dengan orang-orang yang mengingnkan adanya perubahan seratus persen di tubuh PSSI.
“Sebaiknya kita lebih mengedepanakan prestasi sepak bola Nasional yang sudah paceklik gelar. Daripada rebut untuk menuruti segelitir orang yang ingin berkuasa di PSSI, dan buktinya sudah ada mereka yang selama ini berkompeten di PSSI nyatanya tak bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah sepak bola terutama di kawasan Asia,” tambahnya.
Saleh juga melihat dan legawa bila ada sosok yang pantas duduk di PSSI. Namun saat ini figur yang cocok untuk bisa membawa sepak bola Indonesia lebih maju adalah George dan Arifin.
“Siapa kalau bukan kedua orang itu yang saat ini bisa memutar kompetisi dengan jujur dan tanpa APBD Daerah. Apa ada yang bisa saat ini kalau gak mereka? dan itu harus didukung agar sepak bola kita lebih professional,” ungkapnya.
Sumber: http://www.lensaindonesia.com/view.php?ID=27874
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa komentar.a yya ^^