Quote:
| INILAH.COM, Surabaya - Dua pelajar SMP, diduga telah menjadi korban trafficking untuk dijadikan pemuas nafsu pria hidung belang asal Malaysia. Keduanya adalah DV (15) dan UF (14), pelajar kelas III SMP di Surabaya. Keduanya, dijual Ica (18), warga Dupak Bangunsari, remaja protolan SMA di Surabaya Utara. Dari informasi yang dihimpun, Senin (30/5/2011), Ica mendapat pesanan dari Chee Ngiok Hin (56) asal dari Malaysia dan Yantoni (42), asal Kedung Doro. Kepada Ica, Chee Ngiok Hin meminta disediakan 'daun muda' Tak ayal, setelah mengajak korban, Ica bertemu dengan pria hidung belang itu di Plaza Surabaya. Sebelum pergi ke hotel yang terletak di Jalan Pakis Argosari, kedua korban sempat diajak shoping pakaian serta makan. Untungnya, berdasar informasi masyarakat, akhirnya petugas (Perlindungan Permpuan dan Anak) PPA Polsek Dukuh Pakis, langsung melakukan pengrebekan di hotel. Bahkan saat penggerebekan, kondisi korban dan pelaku sudah dalam keadaan bugil. Tak ayal, petugas pun langsung mengamankan mereka disertai barang bukit berupa uang Rp 2,5 juta dan 5 unit Handpone. Kini, petugas sedang melakukan pengejaran terhadap mucikari atau Ica. Dari pengakuan DV ketika di Mapolsek Dukuh Pakis, saat penggerebekan, dirinya sudah sempat ditiduri hidung belang asal Malaysia. Beda dengan UF yang belum tersentuh meski sudah dalam kondisi telanjang. Kapolsek Dukuh Pakis, Kompol Rakidi mendampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung menjelaskan, kini kasus tersebut masih dalam pengembangan. "Penangkapan ini masih akan saya lakukan pengembangan, karena korbannya masih dibawah umur. Termasuk salah satu hidung belangnya warga negara Malaysia," tegas Coki. Sementara itu, UF mengaku melakukan hal itu atas desakan Ica serta dua pria hidung belang. "UF ayo ada acara, kita pergi ke Delta shoping dan makan," kata UF yang lugu menirukan ajakan Ica di ruang rapat Mapolsek sembari menceritakan jika kurang perhatian dari kedua orangnya. Keluarga UF, ibu kandungnya menetap di Bondowoso untuk pekerjaan, sedangkan ayahnya bekerja sebagai pelayaran. Sehingga ia di Surabaya kos di kawasan Perak. [beritajatim.com] |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa komentar.a yya ^^